Sabtu, 11 Mei 2013

HAJI

HAJI

A.    DEFENISI HAJI
Haji adalah rukun (tiang agama) Islam yang kelima setelahsyahadat, shalat,zakat dan puasa. Menunaikan ibadah haji adalah bentuk ritual tahunan yang dilaksanakankaummuslimsedunia yang mampu (material, fisik, dan keilmuan) dengan berkunjung dan melaksanakan beberapa kegiatan di beberapa tempat diArab Saudi   pada suatu waktu yang dikenal sebagai musim haji (bulanDzulhijjah).
Hal ini berbeda dengan ibadahumrahyang bisa dilaksanakan sewaktu-waktu.Kegiatan inti ibadah haji dimulai pada tanggal 8 Dzulhijjah ketika umat Islam bermalam diMina,wukuf (berdiam diri) diPadang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah, dan berakhir setelah melempar jumrah (melempar batu simbolisasisetan) pada tanggal 10 Dzulhijjah. Masyarakat Indonesia lazim juga menyebut harirayaIdul AdhasebagaiHari Raya Hajikarena bersamaan dengan perayaan ibadah haji ini.
Secara lughawi, haji berarti menyengaja atau menuju dan mengunjungi.Menurutetimologi bahasa Arab, kata haji mempunyai arti qashd, yakni tujuan, maksud, danmenyengaja. Menurut istilah syara', haji ialah menuju ke Baitullah dan tempat-tempat tertentu untuk melaksanakan amalan-amalan ibadah tertentu pula. Yangdimaksud dengan temat-tempat tertentu dalam definisi diatas, selain Ka'bah danMas'a(tempat sa'i), juga Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Yang dimaksud denganwaktu tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari Syawal sampai sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa'i, wukuf, mazbit di Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.
 
B.     HUKUM HAJI
Haji hukumnya fardu bagi lelaki dan wanita sekali seumur hidup.
Dalil dari Alquran yang artinya: "Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi)orang yang sanggup melakukan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari(kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukansesuatu) dari semesta alam."Allah Taala mewajibkan haji bagi kaum muslimin pada tahun ke sembilan Hijrah. Nabi saw. melakukan haji hanya sekali, yaitu haji wada.
 
C.    KEUTAMAAN HAJI
1.      Ibadah Haji merupakan salah satu perintah Allah yang harus dikerjakan, bagiyang mampu.
2.      Ibadah Haji merupakan Jihad fi Sabilillah.
3.      Ibadah Haji dapat menghapuskan dosa, bagi yang menjalankannya sesuai dengan perintah Allah SWT.
4.      Haji dan Umroh merupakan kifarat/penebus dosa.Ada dosa yang yang hanyadapat ditebusdengan wukuf di Arafah saat Ibadah Haji.
5.      Surga adalah balasan bagi Haji yang mabrur.
6.      Biaya yang dikeluarkan untuk Ibadah Haji merupakan infaq fi sabilillah.
D.    JENIS HAJI
1.      Haji Tamattu`
Yaitu melaksanakan umrah pada bulan-bulan haram, kemudian melaksanakan haji di tahun yang sama. Dalam hal ini, seorang muslim yang hendak melaksanakan haji tamattu` hendaknya berniat tamattu` sejak ia melangkahkan kaki meniggalkan negerinya, dengan berniat umrah saja seterusnya berihram dan mengucapkan:
لبيك اللهم بعمرة متمتعا بها إلى الحج
اللهم إِني أريد العمرة فيسرها لى، وتقبلها مني، نويت العمرة وأحرمت بها لله تعالى
Artinya, " Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah dengan umrah dan haji secara tamattu`, Ya Allah! Aku hendak melaksanakan umrah, berilah kemudahan bagiku dan terimalah umrahku, Aku berniat ihram untuk umrah karena Allah Taala. "
Sesampainya di Mekah, melaksanakan tawaf tujuh putaran dan Sai antara Safa dan Marwa tujuh putaran juga, lantas tahallul dari ihram dengan mencukur atau menggunting rambut. Selanjutnya tetap dalam kondisi tidak ihram sampai hari Tarawiyah yaitu tanggal 8 Zulhijah. Pada saat itu, dia mulai berihram haji dari tempat tinggalnya dan mengucapkan:
لبيك حجا اللهم إِني أريد الحج فيسره لى، وتقبله مني، نويت الحج وأحرمت به لله تعالى
Artinya, " Aku penuhi panggilanmu untuk haji, Ya Allah ! Aku hendak melaksanakan haji, berilah kemudahan bagiku dan terimalah hajiku. Aku berniat ihram untuk haji karena Allah Taala. "
Kemudian bertalbiah dan dilanjutkan dengan doa:
لبيك اللهم لبيك، لبيك لا شريك لك لبيك، إن الحمد والنعمة لك والملك، لا شريك لك
Artinya, " Aku penuhi panggilan-Mu Ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan segala kekuasaan hanyalah untuk-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. "
اللهم إني أحرم لك شعري وبشري، وجسدي وجميع جوارحي، من الطيب والنساء، شيء حرمته على المحرم وأبتغي بذلك وجهك الكريم، يا رب العالمين
Artinya, " Ya Allah! Demi Engkau aku haramkan rambutku, kulitku, tubuhku, dan seluruh anggota badanku dari wewangian dan wanita, sesuatu yang Engkau haramkan bagi orang yang sedang ihram. Aku melakukannya semata-mata hanya karena-Mu, Wahai Tuhan semesta alam. "
Selanjutnya melaksanakan semua amalan yang harus dilaksanakan dalam haji ifrad. Untuk yang melaksanakan haji Tamattu` diwajibkan membayar dam karena ia telah bersenang-senang melaksanakan umrah pada bulan-bulan haram. Allah Taala berfirman yang artinya, " Siapa yang ingin mengerjakan umrah sebelum haji (di dalam bulan haji), (dia wajib menyembelih) kurban yang mudah didapat."
Tawaf umrah bagi yang berhaji tamattu` tidak perlu didahului dengan tawaf qudum. Setelah tahallul pertama (setelah melontar jumrah aqabah dan bercukur) langsung melaksanakan tawaf ifadah dan Sai antara Safa dan Marwa. Ini adalah pendapat sebagian besar ulama. Adapun menurut mazhab Hanafi, bagi orang yang berhaji tamattu` dan belum membawa binatang ternak, tidak dikenakan dam tetapi jika telah membawa binatang ternak maka hukumnya seperti haji qiran.
2.      Haji Qiran
Yaitu menyatukan ihram untuk umrah dan haji pada satu kali bepergian. Niat ihram untuk umrah dan haji dalam waktu yang sama dari miqat sambil mengucapkan:لبيك حجا وعمرة
Artinya, " Aku penuhi panggilan-Mu haji dan umrah." Orang yang sedang berhaji qiran, sesampainya di Mekah langsung melaksanakan tawaf tujuh putaran, dengan berlari-lari kecil dalam tiga putaran pertama, kemudian Sai antara Safa dan Marwa. Selanjutnya menurut mazhab Hanafi dia memulai ibadah hajinya seperti haji ifrad tetapi menurut sebagaian besar ulama, haji qiran cukup dengan satu tawaf dan satu Sai, jika sudah selesai ia bertahallul dari umrah dan haji sekaligus.
3.      Haji Ifrad
Yaitu melakukan ihram hanya untuk haji dengan niat haji sejak dari rumah di kampung asalnya. Memulai ihram untuk haji dilakukan dari miqat dengan mengucapkan:
اللهم إني أريد الحج فيسره لى وتقبله مني
Artinya, "Ya Allah! Sesungguhnya aku berniat melaksanakan haji, berikanlah kemudahan dan terimalah hajiku, " kemudian membaca talbiah. Sesampainya di kota Mekah, dia langsung pergi menuju Masjidil haram.
Di saat melihat Kakbah disunatkan bertakbir dan bertalbiah. Bagi yang bukan penduduk Mekah diwajibkan melaksanakan tawaf qudum tujuh putaran, dengan menyelendangkan kain ihramnya --ke pundak kanan sampai menutupnya dan membiarkan pundak kiri terbuka--, pada tiga putaran pertama tawaf. Menurut sebagian besar ulama, disunatkan lari-lari kecil, sedangkan menurut mazhab Maliki, lari-lari kecil pada tiga putaran pertama ini hukumnya wajib. Khusus untuk penduduk Mekah atau yang mukim di Mekah tidak wajib melaksanakan tawaf qudum. Seletah tawaf, dilanjutkan dengan Sai antara Safa dan Marwa sebanyak tujuh kali, setelah itu menetap di Mekah, dalam keadaan ihram hingga tiba saat berangkat ke Mina pada hari Tarwiah (tanggal 8 Zulhijah). Wukuf di Mina sampai waktu salat Subuh hari Arafah (tanggal 9 Zulhijah), kemudian menuju Arafah dan wukuf di sana. Salat Zuhur dan Asar dilaksanakan pada waktu Zuhur (Jamak taqdim). Ketika matahari mulai terbenam, jamaah haji bertolak menuju Muzdalifah dan melaksanakan salat Magrib dan Isya (jamak takhir) serta bermalam di sana. Ketika matahari terbit di pagi hari raya Kurban, mereka bertolak menuju Mina untuk melontar Jumrah Aqabah. Jamaah haji baru berhenti membaca talbiah bersamaan dengan lontaran pertama. Kemudian boleh menyembelih kurban, --opsional-- pada saat ini atau langsung menggunting rambut. Dengan demikian telah halal baginya segala yang dilarang ketika ihram kecuali berhubungan dengan wanita (bersenggama). Setelah itu berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan tawaf Ziarah sebanyak tujuh putaran. Bagi yang belum melaksanakan Sai ketika melakukan tawaf qudum, ia berkewajiban melaksanakannya antara Safa dan Marwa setelah tawaf ziarah ini. Setelah itu sudah halal baginya bersenggama dengan wanita. Kemudian kembali ke Mina untuk mabit (bermalam) sampai melontar tiga jumrah baik dua kali lontaran (tanggal 11 dan 12 Zulhijah) maupun tiga kali melontar (ditambah tanggal 13 Zulhijah). Selanjutnya berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan tawaf wada`.
Baru berhenti membaca talbiah bersamaan dengan lontaran pertama. Kemudian boleh menyembelih kurban, --opsional-- pada saat ini atau langsung mengguntingrambut. Dengan demikian telah halal baginya segala yang dilarang ketika ihramkecuali berhubungan dengan wanita (bersenggama). Setelah itu berangkat menujuMekah untuk melaksanakan tawaf Ziarah sebanyak tujuh putaran. Bagi yang belummelaksanakan Sai ketika melakukan tawaf qudum, ia berkewajibanmelaksanakannya antara Safa dan Marwa setelah tawaf ziarah ini. Setelah itu sudahhalal baginya bersenggama dengan wanita. Kemudian kembali ke Mina untuk mabit(bermalam) sampai melontar tiga jumrah baik dua kali lontaran (tanggal 11 dan 12Zulhijah) maupun tiga kali melontar (ditambah tanggal 13 Zulhijah). Selanjutnya berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan tawaf wada`.
E.     LATAR BELAKANG HAJI
Orang-orangArab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang merekawarisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini.Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i,wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuailagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaikisegi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnahrasul. Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yangdilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutamanabi Ibrahim(nabinyaagamaTauhid). Ritualthawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritualsa'i, yakni berlari antara bukitShafa  danMarwah(daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satukesatuanMasjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istrikeda nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknyanabi Ismail. Sementarawukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunyanabi AdamdanSiti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.
Baru berhenti membaca talbiah bersamaan dengan lontaran pertama. Kemudian boleh menyembelih kurban, --opsional-- pada saat ini atau langsung mengguntingrambut. Dengan demikian telah halal baginya segala yang dilarang ketika ihramkecuali berhubungan dengan wanita (bersenggama). Setelah itu berangkat menujuMekah untuk melaksanakan tawaf Ziarah sebanyak tujuh putaran. Bagi yang belummelaksanakan Sai ketika melakukan tawaf qudum, ia berkewajibanmelaksanakannya antara Safa dan Marwa setelah tawaf ziarah ini. Setelah itu sudahhalal baginya bersenggama dengan wanita. Kemudian kembali ke Mina untuk mabit(bermalam) sampai melontar tiga jumrah baik dua kali lontaran (tanggal 11 dan 12Zulhijah) maupun tiga kali melontar (ditambah tanggal 13 Zulhijah). Selanjutnya berangkat menuju Mekah untuk melaksanakan tawaf wada`.
 
F.      LATAR BELAKANG HAJI
Orang-orangArab pada zaman jahiliah telah mengenal ibadah haji ini yang merekawarisi dari nenek moyang terdahulu dengan melakukan perubahan disana-sini.Akan tetapi, bentuk umum pelaksanaannya masih tetap ada, seperti thawaf, sa'i,wukuf, dan melontar jumrah. Hanya saja pelaksanaannya banyak yang tidak sesuailagi dengan syariat yang sebenarnya. Untuk itu, Islam datang dan memperbaikisegi-segi yang salah dan tetap menjalankan apa-apa yang telah sesuai dengan petunjuk syara' (syariat), sebagaimana yang diatur dalam al-Qur'an dan sunnahrasul. Latar belakang ibadah haji ini juga didasarkan pada ibadah serupa yangdilaksanakan oleh nabi-nabi dalam agama Islam, terutamanabi Ibrahim(nabinyaagamaTauhid). Ritualthawaf didasarkan pada ibadah serupa yang dilaksanakan oleh umat-umat sebelum nabi Ibarahim. Ritualsa'i, yakni berlari antara bukitShafa  danMarwah(daerah agak tinggi di sekitar Ka'bah yang sudah menjadi satukesatuanMasjid Al Haram, Makkah), juga didasarkan untuk mengenang ritual istrikeda nabi Ibrahim ketika mencari susu untuk anaknyanabi Ismail. Sementarawukuf di Arafah adalah ritual untuk mengenang tempat bertemunyanabi AdamdanSiti Hawa di muka bumi, yaitu asal mula dari kelahiran seluruh umat manusia.
 
G.    YARAT HAJI
Syarat Wajib haji adalah :
•Mampu (kuasa)
•Islam
•Berakal
•Balig
•Merdeka
•Ada bekal
•Aman dalam perjalanan.
Syarat-syarat haji menurut Mazhab Hanafi
1.      Islam, haji tidak wajib bagi orang kafir, hajinya tidak sah.
2.      Akal, tidak wajib bagi orang gila dan hajinya tidak sah.
3.      Balig, tidak wajib bagi bayi tetapi bila sudah mumayyiz (bisa membedakanantara yang baik dan yang buruk) hajinya diterima. Namun demikiansetelah dewasa yang bersangkutan belum bebas dari fardu haji.
4.      Merdeka, tidak wajib haji bagi budak.
5.      Sehat jasmani.
6.      Memiliki bekal dan sarana perjalanan.
7.      Perjalanan aman.Tambahan bagi wanita:
a.       Harus didampingi suami atau mahramnya.
b.      Tidak dalam keadaan iddah, baik karena cerai maupun kematian suami
 
H.    RUKUN HAJI
Rukun Haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam Ibadah Haji. Jika tidak dikerjakan maka Hajinya tidak syah.
Ilham: Pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umrohdengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umrohdi miqat
Wukuf di Arafah: Berdiam diri dan berdoa di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah
Tawaf Ifadah: Mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali, dilakukan setelahmelontar jumroh Aqabah pada tgl 10 Zulhijah
Sa'i: Berjalan atau berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwahsebanyak 7 kali, dilakukan setelah Tawaf Ifadah
Tahallul: Bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa'i
Tertib: Mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak adayang tertingga
 
I.       WAJIB HAJI
Wajib adalah semua pekerjaan yang harus dilakukan, bila ditinggalkan, maka harus membayar dam.
Wajib Haji 7, yaitu:
a)      Ihram dari mikat
b)      Wukuf di Arafah
c)      Bermalam di Mazdalifah
d)     Bermalam di Mina
e)      Mencukur atau memotong rambut, mencukur lebih afdal
f)       Melempar jumrah
g)      Tawaf wada'
J.       SUNAH HAJI
Sunah menurut mazhab Syafi'i adalah semua pekerjaan yang diperintahkan Allahtetapi tidak bersifat jazim (tegas), diberi pahala orang yang melaksanakannya, tidak disiksa orang yang meninggalkannya. Sunah, mandub, mustahab dan tathawwu'adalah kata-kata sinonim yang memiliki satu arti.
Sunah Haji:
a)      Mandi ketika hendak ihram
b)      Membaca talbiah
c)      Tawaf qudum buat pelaku haji ifrad atau qiran
d)     Bermalam di Mina pada malam Arafah
e)      Lari kecil dan membuka bahu kanan ketika tawaf qudu
 
K.    KEGIATAN UTAMA IBADAH HAJI
Berikut adalah kegiatan utama dalam ibadah haji berdasarkan urutan waktu:
a)      Sebelum 8 Dzulhijjah, umat Islam dari seluruh dunia mulai berbondong untuk melaksanakan Tawaf Haji di Masjid Al Haram, Makkah.
b)      8 Dzulhijjah, jamaah haji harus bermalam diMina. Sebelumnyanya pada pagi 8Dzulhijjah, semua umat Islam memakai pakaianIhram(dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji), kemudian berniat haji, dan membaca bacaanTalbiyah. Pagi hari tanggal 8 Dzulhijjah, jamaah menuju Mina. Malam harinya,semua jamaah haji harus bermalam di Mina.
c)      9 Dzulhijjah, pagi harinya semua jamaah haji pergi keArafah. Kemudian jamaahmelaksanakan ibadahWukuf,yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas inihingga Maghrib datang. Ketika malam datang, jamaah segera menuju dan bermalam Muzdalifah.
d)     10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah, jamaah segera menuju Mina untuk melaksanakan ibadahJumrah Aqabah, yaitu melempar batu sebanyak tujuh kalike tugu pertama sebagai simbolisasi mengusir setan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa Tawaf Haji (menyelesaikan Haji), atau bermalam di Mina dan melaksanakan jumrah sambungan (UladanWustha).
e)      11 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua,dan tugu ketiga.
f)       12 Dzulhijjah, melempar jumrah sambungan (Ula) di tugu pertama, tugu kedua,dan tugu ketiga.
g)      Sebelum pulang ke negara masing-masing, jamaah melaksanakan Thawaf Wada'(thawaf perpisahan).
 
L.     LOKASI UTAMA IBADAH HAJI
Makkah Al Mukaromah
Di kota inilah berdiri pusat ibadah umat Islam sedunia,Ka'bah, yang berada di pusatMasjidil Haram. Dalam ritual haji, Makkah menjadi tempat pembuka dan penutup ibadah ini ketika jamaah diwajibkan melaksanakan niat dan thawaf hajiArafahKota di sebelah timur Makkah ini juga dikenal sebagai tempat pusatnya haji, yiatutempat wukuf dilaksanakan, yakni pada tanggal 9 Dzulhijjah tiap tahunnya. Daerah berbentuk padang luas ini adalah tempat berkumpulnya sekitar dua juta jamaah hajidari seluruh dunia. Di luar musim haji, daerah ini tidak dipakai.
Mina
Tempat berdirinya tugu jumrah, yaitu tempat pelaksanaan kegiatan melontarkan batu ke tugu jumrah sebagai simbolisasi tindakan nabi Ibrahim ketika mengusir setan. Dimasing-maising tempat itu berdiri tugu yang digunakan untuk pelaksanaan:Jumrah Aqabah,Jumrah Ula,danJumrah Wustha. Di tempat ini jamaah juga diwajibkan untuk menginap satu malam.
Muzdalifah
Tempat di dekat Mina dan Arafah, dikenal sebagai tempat jamaah haji melakukan Mabit (Bermalam) dan mengumpulkan bebatuan untuk melaksanakan ibadah jumrah di Mina.
Madinah
Adalah kota suci kedua umat Islam. Di tempat inilah panutan umat Islam,NabiMuhammad SAWdimakamkan diMasjid Nabawi. Tempat ini sebenarnya tidak masuk ke dalam ritual ibadah haji, namun jamaah haji dari seluruh dunia biasanyamenyempatkan diri berkunjung ke kota yang letaknya kurang lebih 330km(450km  melalui transportasi darat) utara Makkah ini untuk berziarah dan melaksanakansalat di masjidnya Nabi. Lihatfoto-fotokeadaan dan kegiatan dalam masjid ini.
M.   TEMPAT BERSEJARAH
Jabal Nur dan Gua Hira
Jabal Nur terletak kurang lebih 6 km di sebelah utara Masjidil Haram. Di puncaknya terdapat sebuah gua yang dikenal dengan nama Gua Hira. Di gua inilah Nabi Muhammad saw menerima wahyu yang pertama, yaitu surat Al-'Alaq ayat 1-5.
Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak kurang lebih 6 km di sebelah selatan Masjidil Haram. Untuk mencapai Gua Tsur ini memerlukan perjalanan mendaki selama 1.5 jam. Di gununginilah NabiMuhammadsaw danAbu Bakar As-Siddiq bersembunyi dari kepungan orang Quraisy ketika hendak hijrah keMadinah.
Jabal Rahmah
Yaitu tempat bertemunya NabiAdamas danHawasetelah keduanya terpisah saat turun darisurga. Peristiwa pentingnya adalah tempat turunnyawahyuyang terakhir   pada NabiMuhammadsaw, yaitu surat Al-Maidah ayat 3.
Jabal Uhud
Letaknya kurang lebih 5 km dari pusat kotaMadinah. Di bukit inilah terjadi perangdahsyat antara kaum muslimin melawan kaum musyrikin Mekah. Dalam pertempuran tersebut gugur 70 orang syuhada di antaranya Hamzah bin AbdulMuthalib, paman Nabi Muhammad saw. Kecintaan Rasulullah saw pada parasyuhada Uhud, membuat beliau selalu menziarahinya hampir setiap tahun. Untuk itu, Jabal Uhud menjadi salah satu tempat penting untuk diziarahi.
Makam Baqi'
Baqi' adalah tanah kuburan untuk penduduk sejak zaman jahiliyah sampai sekarang.Jamaah haji yang meninggal di Madinah dimakamkan di Baqi', letaknya di sebelahtimur dari Masjid Nabawi. Di sinilah makamUtsman bin Affanra, para istri Nabi, putra dan putrinya, dan para sahabat dimakamkan. Ada banyak perbedaan makamseperti di tanah suci ini dengan makam yang ada di Indonesia, terutama dalam hal peletakan batu nisanlihat Hikmah Ziarah ke Makam Baqi'.
 Masjid Qiblatain
Pada masa permulaan Islam, kaum muslimin melakukan shalat dengan menghadapkiblat ke arahBaitul MaqdisdiYerussalem,Palestina. Pada tahun ke-2 H bulan Rajab pada saat Nabi Muhammad saw melakukan shalat Zuhur di masjid ini, tiba-tiba turun wahyu surat Al-Baqarah ayat 144 yang memerintahkan agar kiblat shalatdiubah ke arah Kabah Masjidil Haram, Mekah. Dengan terjadinya peristiwatersebut maka akhirnya masjid ini diberi nama Masjid Qiblatain yang berarti masjid berkiblat dua.
 
N.    PERSIAPAN HAJI
Persiapan Ibadah Haji
1.      Membersihkan diri dari dosa dan kesalahan baik langsung kepada Allah SWT.maupun kepada sesama manusia.
2.      Mempersiapkan mental utk mengikuti seluruh rangkaian ibadah haji yangmemerlukan ketangguhan, keikhlasan dan ketawakkalan atau kepasrahan kepadaAllah SWT.
3.      Mempersiapkan biaya, baik selama dalam perjalanan haji, maupun untuk nafkahkeluarga yang ditinggalkan.
4.      Melaksanakan kewajiban-kewajiban yang berhubungan dengan harta kekayaan,seperti zakat, nadzar, hutang, infaq dan shadaqah.
5.      Melaksanakan janji yang pernah dinyatakan.
6.      Menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan keluarga.
7.      Memohon do'a restu kepada kedua orang tua (jika masih hidup).
8.      Mempersiapkan ilmu dan pengetahuan agama, khususnya manasik haji.
9.      Menjaga kesehatan dan mempersiapkan obat-obatan pribadi selama dalam perjalanan haji.
10.  Mempersiapkan beberapa perlengkapan yang dianggap perlu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar